Tugas Bagian Reservasi
Sebagai seorang petugas bagian reservasi kita mempunyai beberapa tugas yang
harus dijalankan agar kegiatan reservasi di suatu hotel dapat berjalan dengan
efisien dan efektif. Berikut adalah tugas seorang reservationist :
1. Membaca dan mengisi log book
Mengisi log book wajib dilakukan oleh seorang reservationist yang akan
habis shift kerjanya namun ada masalah-masalah yang harus ditindak lanjut
oleh reservationist di shift berikutnya. Masalah yang biasa dicatat di log
book adalah tamu yang pindah kamar, tamu tanpa barang bawaan, dll..
Membaca log book wajib dilakukan oleh reservationist yang baru memulai
shift kerjanya, karena perlunya tindak lanjut masalah yang dicatat di log
book oleh reservationist dari shift sebelumnya. Bila reservasionist lupa
membaca log book akibatnya akan ada komplain dari tamu karena
penanganan masalah yang lambat dan kurang efisien.
2. Menghitung persediaan kamar
Menghitung persediaan kamar untuk kamar yang sudah terjual (hour in)
maupun kamar yang belum terjual (available room). Tugas ini bertujuan agar
reservationist dapat mengetahui kamar yang belum terjual dan dapat
menawarkan langsung kamar yang belum terjual jika ada tamu yang
melakukan reservasi.
3. Mempersiapkan peralatan kerja
Peralatan kerja harus selalu tersedia saat bekerja, sehingga pekerjaan
reservationist menjadi lebih efisien dan efektif. Peralatan kerja yang penting
digunakan bagian reservasi adalah reservation form atau formulir reservasi.
4. Menerima pesanan kamar
Seorang reservationist tidak hanya menerima pesanan kamar melalui
telepon. Pemesanan kamar juga bisa terjadi melalui faksimile atau e-mail.
Oleh karena itu seorang reservationist harus mempunyai kemampuan dan
pengetahuan dalam menggunakan alat tersebut.
5. Mengisi formulir pemesanan
Kegiatan iini biasanya dilakukan ketika tamu sedang reservasi. Ada dua jenis
pengisian reservation form yaitu secara manual dan sistem. Secara manual
berarti reservationist memasukkan data tamu ke formulir pemesanan dalam
bentuk kertas atau slip, sedangkan secara sistem berarti reservationist
memasukkan data tamu ke dalam komputer untuk hotel yang sudah
mempunyai sistem tertentu.
6. Melakukan penataan rak pemesanan (reservation rack)
Tugas ini biasanya dilakukan setelah reservationist menghitung kamar atau
mendapat pesanan kamar. Kegiatan ini biasa dilakukan di hotel-hotel yang
melakukan reservasi secara manual.
7. Melakukan pemeriksaan rutin
Pemeriksaan yang harus dilakukan oleh seorang reservationist meliputi,
laporan rutin hunian kamar pada malam hari ( room night daily), tamu yang
tidak datang (no show), dan tamu yang tidak membatalkan pemesanan kamar
(cancelation daily).
8. Menerima komplain/masukan dari tamu
Sudah sewajarnya sebagai reservationist akan sering mendapat komplain dari
tamu tentang pelayanan hotel yang kurang memuaskan. Sebagai pekerja
yang profesional kita harus mendengar komplain tamu dengan saksama dan
membuatkan solusi atas masalahnya. Akan tetapi, kadang reservationist juga
mendapat pujian dari tamu jika tamu merasa nyaman dengan pelayanan yang
telah diberikan.
9. Melakukan dokumentasi
Setiap tamu yang sudah memiliki reservasi namun tidak jadi datang (no
show), menunda kedatangan (delayed postpone), membatalkan reservasi
(cancellation), dan datang lebih awal (early check-in) harus dibuat catatan
agar menjadi dokumen atau rincian tentang data tamu di sebuah hotel.
10. Mempersiapkan segala sesuatu
Sebelum tamu check-in seorang reservationist harus mengetahui data tamu
dan mempersiapkan segala keinginan tamu (guest special request).
Contohnya adalah mempersiapkan kamar, fasilitas tambahan dan pelayanan
antar jemput tamu (pick up service).
Komentar
Posting Komentar